Transfer Pricing

July 24, 2024

Transfer Pricing

Halo Sobat SKM!

Tahu gak sih kalau sebuah harga itu bisa ditentukan dengan berbagai faktor, seperti  harga transfer baik antar perusahaan atau anak perusahaan yang memiliki hubungi istimewa juga dapat mempengaruhi harga loh. Supaya kita tahu lebih lanjut dengan harga transfer yuk kita simak artikel yang berikut ini.

 

Transfer Pricing

Transfer pricing adalah suatu kebijakan perusahaan dalam menentukan harga transfer atas transaksi barang, jasa, atau aset tak berwujud antara pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa, baik dalam lingkungan perusahaan itu sendiri maupun antar perusahaan yang memiliki hubungan istimewa.

 

Tujuan Transfer Pricing

Tujuan utama dari transfer pricing adalah untuk menentukan alokasi pendapatan, biaya, laba, dan pajak dengan cara yang optimal di antara entitas yang berbeda dalam struktur perusahaan multinasional. Praktik transfer pricing dapat mempengaruhi besaran laba yang dilaporkan oleh entitas anak perusahaan atau divisi, dan oleh karena itu juga akan mempengaruhi pajak yang harus dibayar di setiap yurisdiksi.

 

Regulasi Transfer Pricing

Regulasi transfer pricing biasanya dikeluarkan oleh otoritas pajak di setiap negara dan mengikuti pedoman yang disarankan oleh Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) atau badan perpajakan internasional lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa transaksi antara entitas yang berhubungan dilakukan dengan prinsip keadilan dan untuk mencegah penyalahgunaan transfer pricing dalam rangka penghindaran pajak.

 

Metode Transfer Pricing

  • Metode harga wajar (arm’s length)

Metode ini membandingkan harga dalam transaksi yang terkendali dengan harga dalam transaksi yang tidak terkendali yang sebanding dan metode ini dapat digunakan jika terdapat transaksi yang sebanding antara pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan istimewa.

  • Metode biaya tambahan (cost plus)

Metode ini menentukan harga transfer berdasarkan biaya produksi barang ditambah dengan mark-up yang wajar dan metode ini dapat digunakan jika perusahaan melakukan fungsi manufaktur atau pengolahan.

  • Metode harga jual (resale price)

Metode ini menentukan harga transfer berdasarkan harga jual kembali produk ke pihak independen, dikurangi dengan laba kotor yang wajar dan metode ini dapat digunakan jika perusahaan hanya melakukan fungsi distribusi atau penjualan kembali tanpa melakukan pengolahan atau penambahan nilai yang signifikan.

  • Metode keuntungan bersih yang diperoleh (profit split)

Metode ini membagi laba operasi atau laba bersih antara pihak-pihak yang memiliki transaksi terkendali berdasarkan kontribusi fungsional masing-masing pihak dan metode ini dapat digunakan jika terdapat kontribusi unik dan tidak dapat dibandingkan dari masing-masing pihak yang terlibat dalam transaksi.

error: Content is protected !!