E-Learning – Offshore Safety Operation

July 9, 2026

E-Learning – Offshore Safety Operation

Jadwal Pelatihan E-Learning – Offshore Safety Operation

TanggalTempatKota
21 - 22 Juli 2026--

Offshore Safety Operation

 

DESKRIPSI Offshore Safety Operation 

Kegiatan operasi di fasilitas lepas pantai (offshore) memiliki karakteristik risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan operasi di darat. Lokasi kerja yang terpencil, kondisi cuaca yang dinamis, penggunaan peralatan bertekanan tinggi, pekerjaan di keting gian, ruang terbatas, pengangkatan beban, serta potensi kebakaran, ledakan, dan tumpahan bahan berbahaya merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan tingkat risiko terhadap keselamatan personel, aset, dan lingkungan.

Oleh karena itu, setiap personel yang bekerja di lingkungan offshore harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang mendukung penerapan keselamatan kerja secara konsisten. Selain memahami bahaya yang ada, pekerja juga harus mampu menerapkan prosedur kerja yang aman, menggunakan alat pelindung diri (APD) secara benar, merespons keadaan darurat, serta berpartisipasi aktif dalam budaya keselamatan (safety culture).

Pelatihan Offshore Safety Operation dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai prinsip – prinsip keselamatan kerja di lingkungan offshore, pengendalian risiko, sistem izin kerja (Permit to Work), identifikasi bahaya, prosedur tanggap darurat, serta praktik kerja aman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan dan praktik industri migas internasional. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu bekerja secara aman, memahami tanggung jawabnya terhadap keselamatan, serta mendukung terciptanya operasi offshore yang andal, efisien, dan bebas kecelakaan.

 

TUJUAN PELATIHAN Offshore Safety Operation 

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu:

  • Memahami prinsip dasar keselamatan kerja di lingkungan offshore.
  • Mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian risiko.
  • Menerapkan prosedur kerja aman sesuai standar perusahaan.
  • Memahami sistem Permit to Work (PTW).
  • Menggunakan APD yang sesuai dengan jenis pekerjaan.
  • Menangani kondisi darurat sesuai prosedur.
  • Memahami keselamatan kerja pada aktivitas berisiko tinggi.
  • Berkontribusi dalam peningkatan budaya keselamatan kerja.

 

MATERI Offshore Safety Operation 

1. Pengenalan Offshore Safety

  • Karakteristik operasi offshore
  • Risiko utama di fasilitas offshore
  • Budaya keselamatan (Safety Culture)
  • Tanggung jawab keselamatan setiap pekerja
  • Keselamatan berbasis perilaku (Behavior Based Safety)

2. Peraturan dan Standar Keselamatan

  • Regulasi K3 yang berlaku
  • Persyaratan perusahaan
  • Standar industri migas
  • Tanggung jawab pekerja dan manajemen
  • Kepatuhan terhadap prosedur

3. Hazard Identification, Risk Assessment and Control (HIRAC)

  • Identifikasi bahaya
  • Penilaian risiko
  • Matriks risiko
  • Hierarki pengendalian
  • Job Safety Analysis (JSA)

4. Permit to Work (PTW)

  • Konsep Permit to Work
  • Jenis – jenis izin kerja
  • Hot Work Permit
  • Cold Work Permit
  • Confined Space Entry
  • Isolation dan Lock Out Tag Out (LOTO)

5. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

  • Jenis APD offshore
  • Pemilihan APD
  • Pemeriksaan APD
  • Perawatan APD
  • Keterbatasan APD

6. Keselamatan pada Pekerjaan Berisiko Tinggi

  • Working at Height
  • Lifting Operation
  • Confined Space Entry
  • Electrical Safety
  • Mechanical Safety
  • Pressure System Safety

7. Tanggap Darurat Offshore

  • Fire Safety
  • Gas Leak Response
  • Emergency Evacuation
  • Muster Station
  • Lifeboat dan Life Raft
  • Man Overboard
  • Helicopter Safety Awareness

8. Incident Reporting dan Investigasi Dasar

  • Near Miss
  • Unsafe Condition
  • Unsafe Act
  • Pelaporan insiden
  • Investigasi sederhana
  • Corrective Action

9. Simulasi dan Studi Kasus

error: Content is protected !!