Cara Mudah Menyusun Dokumen HIRADC untuk Pemula

April 9, 2026

Cara Mudah Menyusun Dokumen HIRADC untuk Pemula

Halo Sobat SKM!
Dalam dunia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), istilah HIRADC bukanlah hal yang asing. Namun, bagi pemula atau staf yang baru terjun di bidang safety, menyusun dokumen ini seringkali dianggap sebagai tugas yang mengintimidasi.

Padahal, HIRADC adalah jantung dari sistem manajemen keselamatan. Tanpa dokumen yang tepat, risiko kecelakaan kerja bisa meningkat drastis. Artikel ini akan membimbing kamu memahami cara menyusun dokumen HIRADC dengan cara yang paling sederhana.

 

Apa Itu HIRADC?

HIRADC adalah singkatan dari Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control. Secara sederhana, ini adalah proses untuk:

  • Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.
  • Menilai seberapa besar risiko dari bahaya tersebut.
  • Menentukan langkah pengendalian agar risiko tersebut tidak mencelakai pekerja.

 

Langkah-Langkah Menyusun Dokumen HIRADC

1. Klasifikasi Aktivitas Kerja
Jangan langsung melompat ke bahaya. Mulailah dengan membagi area kerja menjadi beberapa aktivitas atau proses.

Contoh: Area Gudang -> Aktivitas: Bongkar muat barang, Pengoperasian forklift, dan Penataan rak.

2. Identifikasi Bahaya (Hazard Identification)
Pada setiap aktivitas, tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang bisa menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan?”
Bahaya bisa berupa fisik (kebisingan), kimia (cairan pembersih), ergonomi (posisi angkat berat), hingga psikologis.

3. Penilaian Risiko (Risk Assessment)
Setelah bahaya ditemukan, saatnya memberi skor. Gunakan rumus sederhana ini:

Risk = Likelihood (Peluang) x Severity (Keparahan)

  • Likelihood: Seberapa sering hal itu bisa terjadi? (Skala 1-5)
  • Severity: Seberapa parah dampaknya jika terjadi? (Skala 1-5)
  • Hasil perkalian ini akan menentukan apakah risiko tersebut masuk kategori Low (Rendah), Medium (Sedang), High (Tinggi), atau Extreme (Sangat Bahaya).

4. Menentukan Pengendalian (Determining Control)
Ini adalah bagian terpenting. Gunakan Hierarki Pengendalian K3 untuk menentukan solusi:

  • Eliminasi: Menghilangkan sumber bahaya sepenuhnya.
  • Substitusi: Mengganti alat/bahan berbahaya dengan yang lebih aman.
  • Rekayasa Teknik: Memodifikasi alat atau memasang pengaman.
  • Administrasi: Membuat prosedur (SOP) atau rotasi kerja.
  • APD: Alat Pelindung Diri (langkah terakhir).

 

Tips Menulis HIRADC yang Efektif

Agar dokumen kamu tidak hanya sekadar formalitas, perhatikan poin berikut:

  • Libatkan Pekerja Lapangan: Mereka adalah orang yang paling tahu bahaya nyata di lapangan.
  • Gunakan Bahasa yang Jelas: Hindari istilah yang terlalu rumit agar mudah dipahami oleh semua level karyawan.Lakukan Review Berkala: HIRADC bukan dokumen statis. Update dokumen ini jika ada mesin baru, kecelakaan kerja, atau perubahan regulasi.

 

Jadi menyusun HIRADC sebenarnya adalah tentang kepekaan terhadap lingkungan kerja. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu sudah selangkah lebih maju dalam menciptakan lingkungan kerja yang zero accident.

Ingin mendalami penyusunan HIRADC secara profesional?
Bergabunglah dalam pelatihan sertifikasi K3 di SKM Training. Kami menyediakan kelas intensif dengan instruktur ahli yang siap membantu Anda menguasai manajemen risiko dari nol hingga mahir.

error: Content is protected !!